Merawat Baterai Laptop Agar Awet

by Jefri

Baru-baru ini saya sedang berburu baterai laptop orisinal untuk laptop jadul HP Pavilion dv2 saya yang lebih sering menganggur di rumah.

HP Pavilion dv2

Laptop ini sudah berumur empat tahun dan kapasitas baterainya nyaris 0%, sehingga kalau hendak digunakan harus selalu tersambung ke sumber listrik. Inilah dia yang disebut laptop tipe desktop.

Ketika merambah internet untuk mendapatkan informasi lebih terkait baterai laptop, saya mendapatkan banyak hal baru yang sebelumnya tidak saya ketahui tentang cara-cara memperpanjang umur baterai, dalam hal ini spesifik terkait baterai berbasis lithium ion (Li-On) yang kini sangat umum kita temui dalam perangkat elektronik bergerak kita.

Nah, semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua. Kalau ada masukan lain, most welcome, asal jangan terlalu judes ok?

 

1. Baterai Li-On bisa kadaluarsa/expired.

Ini banyak yang belum tahu.
Seperti halnya makanan, baterai Li-On memiliki masa kadaluarsa yang tidak tergantung pada berapa kali dipakai, di-charge maupun discharge. Jadi tidak buru-buru membeli baterai “cadangan” untuk laptop atau hape Anda bila akan digunakan satu atau dua tahun lagi. Lebih baik tabung uangnya dan belilah baterai baru saat dibutuhkan.

Ketika Anda membeli baterai baru, usahakan untuk melihat dulu tanggal pembuatan (manufacturing date) nya. Bila baterai “baru” tersebut sudah keluar dari pabriknya dua tahun yang lalu, berarti masa kadaluarsanya sudah dekat, bisa jadi kadaluarsa di tahun depan. Sayang duitnya kan?

Sekali lagi, baterai Li-On tetap bisa kadaluarsa meskipun tidak digunakan, tersimpan rapi, kedap udara, dan kering di dalam gudang. Seperti makanan.

 


2. Baterai Li-On tidak mengenal “memory effect”.

Pada waktu orang masih menggunakan baterai basis nikel, istilah efek memori ini begitu membuat was-was para pengguna peralatan elektronik bergerak. Apa itu efek memori? Secara sederhana, ada fenomena kalau baterai selalu diisi ulang padahal, katakanlah, kapasitasnya masih 50% (bukan nol), maka ke depannya baterai hanya mau mengisi maksimum 50% dari kapasitas awalnya. Baterai seolah-olah memiliki ingatan/memori bahwa kapasitasnya hanya sebesar itu. Untuk menghindari efek memori ini, kita dianjurkan untuk mengisi ulang baterai hanya setelah isinya mendekati 0%.

Nah penjelasan panjang lebar diatas sebenarnya tidak berguna, karena baterai Li-On tidak mengalami efek memori. Silakan diisi ulang kapan sempat, tak perlu menunggu “habis” dulu. Tapi..

 


3. Baterai Li-On tidak (dan sebaiknya jangan) diisi hingga 100%.

Kenapa? Karena tegangan yang terlalu tinggi akan menjadikan baterai “stress”. Kondisi stres ini akan menyebabkan baterai mengurangi kapasitas penyimpanan listriknya secara perlahan-lahan.

Jadi pada berapa % kita harus berhenti mengisi? Tergantung pada jenis baterainya, ada yang merekomendasikan pada 65% sampai dengan 100%, disesuaikan dengan karakteristik umum baterai Li-On berikut:

 

Screen Shot 2013-11-01 at 12.00.05 PM

 

Catatan:

Ini tentu saja ada kekurangannya. Kita jadi tidak bisa menikmati kapasitas baterai secara maksimal (100%) dan terpaksa lebih sering mengisi ulang, namun kita mendapatkan manfaat tandingannya: baterai lebih awet.

 

4. .. dan jangan pernah dibiarkan sampai habis (0%).


Hal ini dapat memicu sirkuit pengaman bawaan yang ada di tiap sel baterai, yang bisa menyebabkan baterai tidak berfungsi lagi. Mengerikan ya? Itulah sebabnya perangkat elektronik yang kita gunakan punya fungsi pengingat (alarm) bila baterainya sudah mendekati nol. Segera isi kembali, jangan khawatir dengan sindrom “memory effect” yang konon membuat baterai akan berkurang kapasitasnya bila diisi tidak dari nol. Hal itu tidak berlaku untuk baterai Li-On.

 


5. Hindari panas.


Temperatur tinggi dapat merusak sel-sel baterai Li-On anda. Simpanlah di tempat sejuk < 30 derajat Celcius. Konon suhu diatas 40 derajat akan menurunkan kapasitas batere anda sebesar 6-10% per tahun. Bila laptop dan hape anda akan menganggur dalam waktu yang lama (sebulan atau dua bulan), baterai bisa dilepas dan simpan di dalam kulkas untuk memperlambat masa kadaluarsanya (jangan di area freezer ya). Seperti makanan (lagi).

Usahakan baterai mencapai suhu kamar sebelum digunakan kembali.

 

6. Ada sumber listrik? Baterai tidak perlu dilepas.


Kenapa? Pertama, janganlah buat hidupmu lebih susah… )

Anda tidak perlu melepas baterai Li-On dari laptop saat terkoneksi dengan jaringan listrik. Baterai ini memiliki sirkuit pintar yang dapat mengelola proses pengisian sehingga tidak mungkin terjadi kondisi overcharge sebagaimana yang dikhawatirkan.

 

7. Selalu gunakan charger yang asli.


Pastikan baterai Li-On anda selalu diisi ulang menggunakan charger asli yang diberikan oleh pabrikannya. Menggunakan sembarang charger akan membuat baterai Li-On berpontensi overcharged, berumur pendek, menggelembung, bahkan pada beberapa kasus, meledak dan terbakar. Ingat, bagaimanapun pergaulan bebas itu sangat tidak dianjurkan…