Apa Sih “Visi” Sebenarnya?

by Jefri

Northrop Grumman Shipbuilding (NGS) adalah perusahaan swasta pembuat kapal yang terbesar di dunia. Berdiri sejak tahun 1800-an, NGS juga merupakan satu-satunya galangan kapal yang mampu membuat kapal induk tipe Nimitz -kapal pengangkut pesawat tempur bertenaga nuklir terbesar di dunia, kapal yang menjadi lambang supremasi Amerika Serikat dalam bidang militer.

Di galangan kapal ini, terpampang kredo perusahaan pada sebuah lempeng baja raksasa yang bertuliskan kalimat berikut:

We shall build good ships here.
At a profit – if we can.
At a loss – if we must.
But always good ships

(Kita akan membuat kapal yang bagus disini.
Mendapat untung – kalau bisa.
Merugi – kalau perlu.
Tapi selalu kapal yang bagus)

Bayangkan bila Anda adalah seorang pekerja disana. Pagi ini anda mengucap salam pada keluarga anda, meninggalkan rumah dan menempuh perjalanan sekian kilometer menuju tempat kerja. Setibanya disana, hal pertama yang anda lihat, sebelum memulai pekerjaan apapun, adalah kredo tersebut. Terpampang pada sebuah lempeng baja raksasa, tergantung di satu tempat dimana semua orang bisa membacanya dengan jelas. Sebagaimana anda membacanya pagi ini, setiap pagi.

“..But always good ships”

Apa yang anda rasakan?

————————————————————————

Visi/misi/slogan/moto/policy/kredo perusahaan – apapun namanya, harusnya mampu menjadi sumber inspirasi para karyawannya untuk berkarya lebih baik lagi.

Ia lebih dari sekedar kumpulan kata-kata besar yang menyusun sebuah kalimat ambigu tanpa makna.

Ia haruslah menjadi “jiwa”, roh yang merasuk dan memberi bentuk setiap dinamika keseharian perusahaan. Ketika badai masalah datang, ia menjadi tiang kokoh, tempat setiap orang berpegang kuat-kuat, saat keputusan-keputusan sulit harus diambil. Saat hari cerah dan tenang, ia menjadi neraca timbang, untuk menentukan mana yang sebenarnya penting dan yang tidak dalam menentukan arah kelangsungan perusahaan.