Nostalgia “Warcraft III”

by Jefri

warcraft-3-frozen-throne.jpg

Pertama, saya bukanlah seorang “gamer” sejati, bahkan sejak masih kuliah dulu. Begitu banyak orang yang meributkan game-game terbaru dan populer, saya belum tentu tertarik untuk mencobanya. Tapi hal ini tidak berlaku untuk game-game keluaran Blizzard Entertainment, utamanya Starcraft [SC, 1998] dan Warcraft III [WC3, 2002]. Kedua game ini, buat saya, sangat, sangat membuat kecanduan.

Setelah 4 tahun melupakan WC3 karena berbagai kesibukan, hari ini datang tantangan tersebut dari seorang rekan kerja. “Eh, lu suka main Warcraft gak?” Tentu saja saya iyakan. Akhirnya setelah mengatur waktu, disepakati saat makan siang kita berdua akan mengunjungi warnet terdekat untuk menguji skill masing-masing. Psywar sudah dimulai beberapa jam sebelumnya

“Udah siap kalah belum?”
“Lu masih perlu waktu latihan gak? Biar ditunda dulu neh?”

Pas jam makan siang, kamipun berangkat meninggalkan kantor. Di warnet yang berjarak 5 menit dari kantor itu, pertempuran dilakukan. Dia pegang Night Elves, saya pegang Human.

Hasilnya, 2:0 untuk saya. Hardly a challenge…

Teman saya itu masih perlu belajar hal-hal yang basic. Walau belum pernah menang di turnamen manapun, saya bisa bilang kemampuannya masih “newbie”. Dia gak ngerti mengenai creeping, hero-levelling, early expanding, scouting dll, jadi diam di basenya terus untuk teching. Di game pertama, saya amati pasukannya kebanyakan unit udara, jadi saya siap-siap membuat anti-air sebanyak-banyaknya [4-5 tanks]. Begitu bertempur, dia kalah. Hero-nya kalah level, unit udaranya habis sama tank saya.

Pertempuran kedua, dia masih aja menggunakan taktik yang sama. Saya bosan dengan tank, akhirnya main caster aja: sorceres dibanyakin. Begitu ketemu, O+clik-O+clik-O+clik-… mbeekkk2.. semuanya jadi kambing terbang. Dan dia bingung bagaimana mengalahkan strategi saya ini [harusnya membuat dryad [anti caster] atau buat balista untuk membunuh sorceres saya].

Anyway, aliran adrenalin yang dulu pernah saya rasakan ternyata muncul lagi – walau tidak sederas dulu.

“There is a boy inside a man – waiting to come out and play”.

Senang rasanya bisa merasakan hal itu kembali.

Note:
Dan katanya Starcraft II akan muncul di 2008. Oh my beating heart..!