Harimau Oleh Harimau, Domba Oleh Domba.

by Jefri

People deserve their leader.

Rakyat akan mendapat pemimpinnya yang pantas.

Ini mungkin tulisan kepagian, karena Pemilu 2009 masih 1.5 tahun lagi. Tapi kita sama-sama amati, betapa berita-berita seputar calon-pencalonan presiden/wakil presiden dari masing-masing partai menghiasi acara-acara TV kita – terutama MetroTV, yang tidak mungkin lupa meliput sepak terjang juragannya Om Surya Paloh si Bringin Kekar berpeluk-pelukan dengan Om Taufik Kiemas Banteng Gemuk.

Jadi pilih-pilih, timbang-timbang, lirik-lirik calon pemimpin, adalah bagian dari aktifitas kita juga. Ya level presiden, ya level gubernur, ya level bupati. Obrolan saya dengan sesama pengantri di sebuah bengkel mobil juga mau tak mau menyentuh topik ini juga. Siapa orangnya?

Akan datangkah Sang Ratu Adil di 2009? Bila tidak, setengah adilpun jadilah.

Masyarakat = Organisme Hidup

Saya percaya sebuah masyarakat bukan hanya kumpulan manusia, tapi sebuah organisme hidup yang secara alami “melahirkan” pemimpin-pemimpinnya. Seorang pemimpin tidak serta-merta muncul dan berkata “Hei, akulah pemimpinmu!”. Ia adalah produk, hasil produksi masyarakatnya – yang dibentuk, diseleksi dan akhirnya diloloskan hingga mencapai posisi tertinggi. Masyarakat dengan toleransi yang tinggi pada korupsi, kemalasan dan nepotisme, secara alamiah tidak akan meloloskan pemimpin berkarakter sebaliknya – yang bersih, rajin dan berintegritas. Masyarakat yang berusaha mencari tauladan dengan membeli vcd bajakan “kisah-kisah nabi” (see the irony here?), tak akan mendapat pemimpin sekualitas nabi-nabi yang dirindukannya itu.

Calon-calon pemimpin “yang berbeda” seperti itu tak akan pernah mencapai puncak teratas, karena pasti telah tersingkir, jatuh terlentang jauh-jauh hari di anak-anak tangga terbawah. Langkahnya dihambat, pendapatnya dicemooh, wajahnya dicorengi fitnah, hidupnya dibikin susah – segala cara akan diupayakan hingga ia [cepat atau lambat] terpaksa keluar dari lintasan perlombaan.

Inilah seleksi alam, tak kurang atau lebih.

Darwin mengatakan “survival of the fittest“, artinya yang paling bisa menyesuaikan diri, dialah yang akan bertahan hidup. Bukan yang paling kuat (strongest), apalagi yang terbaik (best).

Perlu bukti?
Kecoa mendampingi dinosaurus di jamannya. Siapa yang masih ada hingga kini?

Harimau akan dipimpin harimau. Domba, oleh domba.

Bila saya ditanya, “Seperti apa pemimpinmu di 2009?”, maka yang pertama saya lakukan adalah mengambil cermin.

“Harimaukah saya, atau baru domba?”

Kalau kita sebagai bagian masyarakat merasa masih dalam kategori domba, maka dalam bilik suara Pemilu 2009, jangan mengira kita sedang memilih mana domba mana kucing, mana harimau. Pilihan kita sesungguhnya telah dibatasi: “Mau domba hijau polos, kuning bergincu atau biru berpita..?”

Diluar itu, maaf, gak pantes.