Truth is local

No one carries reality around his head; no head is that big.

Category: Bahasa & Sastra

Tujuh teguran

 

Kutegur jiwaku tujuh kali!

Yang pertama, ketika aku mencoba meninggikan diri dengan memanfaatkan mereka yang lemah.

Yang kedua, ketika aku berlagak pincang didepan mereka yang lumpuh.

Yang ketiga, saat diberi pilihan aku mengambil yang mudah ketimbang yang sulit.

Yang keempat, ketika berbuat salah aku menghibur diri dengan kesalahan orang lain.

Yang kelima, ketika aku takluk dalam ketakutan namun mengaku teguh dalam kesabaran.

Yang keenam, ketika kuangkat baju hiasku untuk menghindari lumpur Kehidupan.

Yang ketujuh, ketika kulantunkan pujian pada Tuhan dan menganggap diriku sedang berbuat kebajikan.

Dari: “Seven Reprimands“, K. Gibran

Syair Lagu Indonesia

Saya kok merasa lagu-lagu generasi 80-an keatas dangkal benar syairnya. Kurang “nyeni”, tidak bisa menyentuh jiwa. Kalau saya mendengar lagu-lagu oldies [60-70an], terasa betul syair lagu itu menyampaikan perasaan pengarangnya dalam pilihan kata yang santun tapi kena [coba dengar album-album Ebiet atau Badai Pasti Berlalu-nya Chrisye].

Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.